Sarjana Pengaspalan

Catatan Pribadi 12 Maret 2026

Tentang Buka Bersama

Semakin bertambahnya umur, semakin saya merasa kurang sreg dengan kegiatan buka bersama. Bagian ngobrol setelah makan itu masih tetap saya nikmati. Tapi akhir-akhir ini saya semakin merasa risih saat ibadah sholat Maghrib dalam prosesi acara buka bersama. Saya baru sadar bahwa selama saya hidup, belum pernah saya mendapati kondisi sholat Maghrib yang nyaman ketika acara berbuka bersama — yang biasanya dilakukan di rumah makan, cafe, ballroom hotel, dan sebagainya. Entah tempat wudhunya dan/atau ruangan sholatnya selalu sempit atau bahkan becek.

Sekarang, kalau boleh memilih, saya (dan keluarga) merasa jauh lebih enjoy saat berbuka di masjid. Selain karena tempat sholat yang nyaman, saya juga merasa lebih aman menjelang waktu Isya karena bisa langsung tarawih di situ juga. Beberapa tahun terakhir ini ada sedikit kegelisahan menjelang waktu Isya setiap kali menghadiri acara buka bersama (meskipun sebetulnya saya lebih banyak bolongnya daripada tarawihnya) 😛

Mungkin semua ini hanya karena umur yang semakin bertambah. Mungkin ….

Simple hack for my old Wacom

Saya punya drawing tablet yang saya beli 10 tahun yang lalu, Wacom CTH-490. Walaupun belum pernah membuat karya yang layak dipampang, beberapa waktu terakhir muncul keinginan untuk membeli drawing tablet baru. Otak emosional saya selalu memberi alasan bahwa saya butuh alat yang lebih baik untuk menggambar.

Saya sadar bahwa ini hanya keinginan impulsif sementara karena saya sedang belajar menggambar (lagi) khususnya gambar bangunan manual menggunakan bolpoin. Akan tetapi, otak rasional saya sepertinya sulit untuk meredam keinginan otak emosional saya. “Kamu gak butuh drawing tablet baru, kamu butuhnya latihan.” Berapa kali pun kalimat itu diucapkan, rasanya otak emosional saya masih menang dengan argumennya…. Sampai beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan tips dari AI untuk melapisi permukaan drawing tablet saya dengan kertas. Kata AI, rasanya bakal seperti menggambar manual di sketchbook. Karena sekarang saya selalu skeptis dengan AI, saya mencoba menempeli wacom saya dengan potongan sketchbook.

Wacom

Dan sementara ini, saya sangat puas dengan hack sederhana ini. Semoga keinginan saya untuk membeli drawing tablet baru tidak akan pernah muncul sampai Wacom saya tidak bisa digunakan lagi. 🙃

Gambar arsitektur - percobaan pertama

Berbekal pemanasan menggambar garis lurus selama beberapa hari, akhirnya saya memberanikan diri untuk menggambar fasad gedung. Dan hasilnya sesuai ekspektasi, gagal total 🤣

Facade Drawing

Garisnya masih berantakan, dan yang paling parah, proporsinya masih jauh dari gambar referensi, walaupun saya sudah berulang kali melihat dan mencoba memahami video tutorial tentang proporsi.

Hasil percobaan ini berhasil menampar otak emosional saya. Bahwa sebuah skill itu tidak akan bertambah seberapa pun banyak kita melihat tutorial atau membeli alat baru. Yang betul-betul dibutuhkan adalah mencoba, lalu gagal, mencoba lagi, dan gagal lagi.

Percobaan pertama memang pasti gagal, tapi setidaknya ada sebuah perbedaan fundamental yang saya rasakan. Sekarang saya jauh lebih pede untuk menarik garis, tidak seperti beberapa bulan yang lalu di mana saya tidak berani menarik garis lurus dari satu sisi halaman ke sisi yang lain. Mudah-mudahan, akan selalu ada progres selama saya berlatih ke depan.